Tanda Bahaya dalam Kehamilan Menurut Bidan

Diposting pada
Tanda Bahaya dalam Kehamilan
Tanda Bahaya dalam Kehamilan

Kehamilan memang hal yang sangat membahagiakan. Tidak hanya menjaga kesehatan janin dalam kandungan selama kehamilan, menjaga kesehatan ibu juga sangat diperlukan selama kehamilan.

Kehamilan sebenarnya membuat banyak perubahan pada kesehatan fisik dan mental ibu hamil. Mual, rasa sakit di sekitar tubuh, dan sakit kepala disebabkan oleh perubahan hormon yang membuat wanita hamil merasa tidak nyaman. Namun, semua ini adalah hal normal yang terjadi pada wanita hamil.

Tidak hanya menjaga kesehatan selama kehamilan, sebenarnya wanita hamil juga perlu mengetahui beberapa perubahan yang terjadi. Selain itu, ibu juga perlu mengetahui perawatan medis untuk menghadapi perubahan ini. Karena, bisa jadi perubahan ini menjadi tanda bahaya pada kehamilan ibu. Berikut beberapa tanda bahaya pada kehamilan:

Pendarahan

Pendarahan adalah salah satu tanda bahaya paling penting selama kehamilan. Setiap ibu akan merasa panik saat mengalami pendarahan saat hamil. Kami merekomendasikan bahwa ketika mengalami pendarahan, ibu hamil segera melakukan istirahat dan bertanya tentang kondisi kesehatan dokter.

Pendarahan yang berbahaya terjadi ketika ada cukup banyak pendarahan darah. Pendarahan juga biasanya disertai dengan rasa sakit di rahim dan gumpalan darah. Anda harus segera menghubungi dokter Anda jika ini terjadi. Dalam kondisi seperti ini, perdarahan bisa menjadi tanda keguguran atau kondisi kehamilan yang membutuhkan perawatan.

Mual

Pada trimester pertama, mengalami mual dan muntah adalah hal yang sangat alami. Biasanya, selama ini ibu hamil akan mengalami morning sickness. Morning sickness biasanya terjadi karena perubahan hormon pada wanita hamil. Namun, gejala morning sickness tidak akan membahayakan ibu atau janin.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengalami mual dan muntah, ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi apa-apa. Ini akan menyebabkan wanita hamil mengalami dehidrasi, bahkan janin dalam kandungan dapat mengalami kekurangan gizi.

Mual dan muntah yang berlebihan dalam waktu yang lama juga bisa menjadi tanda bahaya penyakit yang diderita oleh wanita hamil, salah satunya adalah preeklampsia. Selain mual dan muntah yang parah, beberapa penyakit juga menyebabkan gejala seperti nyeri pada tulang rusuk dan pembengkakan pada wajah dan kaki.

Demam

Jauhkan ibu hamil dari panas atau demam tinggi. Sebab, demam tinggi yang tidak segera diobati dapat berdampak buruk pada wanita hamil. Salah satunya adalah kehamilan yang berpotensi keguguran dan bayi lahir prematur.

Wanita hamil yang mengalami demam tinggi juga tidak dianjurkan mengonsumsi obat generik. Sebaiknya ibu hamil berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu agar kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan terjaga. Jangan lupa istirahat dan konsumsi banyak air.

Gerakan Bayi yang Berkurang

Gerakan bayi di dalam rahim mengindikasikan bahwa bayinya sehat. Ibu perlu memastikan setiap hari bayi dalam kandungan bergerak aktif seperti biasa. Banyak hal yang bisa Anda lakukan, salah satunya memberikan rangsangan melalui sentuhan melalui perut.

Biasanya, gerakan pada bayi dapat dipantau dari usia kehamilan hingga trimester kedua. Kongres Amerika Ahli Obstetri dan Ginekologi (ACOG) mengatakan bahwa pada usia kehamilan 28 minggu, diharapkan wanita hamil dapat merasakan 10 gerakan dalam 12 jam.

Untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan, ibu juga harus secara rutin memeriksa kehamilan di dokter kandungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *