Bahaya Obat Penggugur Kandungan Palsu
Bahaya Obat Penggugur Kandungan
Bahaya Obat Penggugur Kandungan

Bahaya Obat Penggugur Kandungan Palsu – Salah satu cara menggugurkan kandungan ialah dengan memakai obat penggugur kandungan. Apapun format prosedur aborsi tentunya mesti dilaksanakan di bawah pemantauan dokter. Meskipun riskan dan risikonya tinggi, sayangnya sampai saat ini pemakaian obat aborsi masih tidak jarang kali disalahgunakan.

Menggugurkan kandungan memang boleh dilakukan, tetapi terdapat sejumlah syarat yang mesti diisi sebelum seseorang mengerjakan prosedur ini. Menggugurkan kandungan telah ditata oleh undang-undang. Jadi andai menyalagi aturan, maka aborsi bisa menjadi perbuatan illegal.

Terdapat dua situasi yang diizinkan untuk aborsi yakni pada adanya indikasi terpaksa medis di mana kehamilan dirasakan berpotensi menakut-nakuti jiwa ibu dan sang janin. Kondisi kedua ialah pada kehamilan dampak dari perbuatan pemerkosaan.

Jika tidak tergolong ke dalam dua situasi tersebut, maka aborsi tidak dirasakan legal dan tergolong ke dalam perbuatan pelanggaran hukum. Jika sudah diputuskan bahwa aborsi diperbolehkan, maka aborsi dapat dilaksanakan dengan formalitas medis laksana berikut ini:

  • Penggunaan obat aborsi.
  • Operasi : vakum aspirasi, dilatasi dan evakuasi, serta dilatasi dan ekstraksi.

Prosedur menggugurkan kandungan dipilih menurut situasi kandungan pasien. Kali ini yang bakal dibahas ialah tentang obat penggugur kandungan, sebab prosedur satu ini adalahprosedur yang sangat sering disalahgunakan.

Jenis Obat Penggugur Kandungan Yang Aman

Menggugurkan kandungan dapat dilaksanakan dengan sejumlah cara, salah satunya ialah dengan obat penggugur kandungan. Tingkat keberhasilan dari pemakaian obat menggugurkan kandungan berkisar antara 60% sampai 97%.

Perlu diketahui bahwa pemilihan formalitas aborsi ditentukan dari sejumlah faktor, salah satunya umur kehamilan. Obat menggugurkan kandungan melulu dapat dipakai jika umur kandungan di bawah 12 minggu. Jika umur kandungan telah melalui usia tersebut, maka pemakaian obat aborsi bisa jadi tidak bakal efektif.

Jenis obat penggugur kandungan yang sangat umum digunakan ialah Mifepristone yang digunakan bareng dengan Misoprostol. Berikut ialah penjelasan mengenai kedua obat tersebut:

1. Mifepristone

Mifepristone ialah obat yang memiliki faedah untuk menghambat progesteron. Seperti yang anda ketahui, progesteron ialah hormon yang sangat urgen selama kehamilan berlangsung. Penggunaan ini mesti cocok dengan tuntunan dokter.

Sebelumnya akan dilaksanakan pemeriksan guna meyakinkan bahwa umur kehamilan belum menjangkau 12 minggu. Di samping itu, dokter pun harus meyakinkan bahwa kehamilan itu bukan adalahkehamilan ektopik atau di luar kandungan.

Jika kehamilan adalah kehamilan ektopik, obat tidak bakal bekerja meluruhkan janin namun malah akan merangsang kandungan pecah sehingga mengakibatkan pendarahan serius. Dosis Mifepristone yang diserahkan umumnya 600 mg, dalam format sediaan tablet 200 mg, sampai-sampai akan diserahkan sebanyak 3 tablet.

2. Misoprostol

Obat yang dikonsumsi selanjutnya ialah Misoprostol. Obat ini lazimnya akan diserahkan kurang dari 48 jam sesudah pemberiaan Miferpristone. Misoprostol lebih gampang ditemukan bila dikomparasikan dengan Miferpistone. Obat ini lebih umum dipakai untuk menangkal radang lambung dampak konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid atau OAINS.

Misoprostol Cytotec memang dapat menyerahkan efek rahim berkontraksi, maka dari tersebut obat ini dipakai untuk aborsi dan tidak jarang kali dipakai untuk menolong indkuksi persalinan. Dosis yang diserahkan untuk aborsi ialah sebanyak 400 mcg, diserahkan dalam kurun waktu tidak cukup dari 48 jam sesudah Mifepristone.

Seperti yang sudah dilafalkan sebelumnya bahwa pemakaian obat menggugurkan kandungan Mifeprostone dan Misoprostol mesti di bawah pemantauan dokter. Setelah pemberian obat kesatu, pasien lazimnya dapat beraktivitias kembali, tetapi tidak dianjurkan untuk konsumsi obat maupun makanan yang dapat mengakibatkan interaksi obat.

Setelah itu, obat kedua yakni Misopristol, diserahkan pada trafik kedua. Sebelum Misoprostol diberikan, dokter akan mengerjakan pemeriksaan USG meyakinkan bahwa proses aborsi belum selesai sampai-sampai harus diserahkan Misopristol.

Paling tidak pada hari ke-14 setelah pemakaian Mifepristone, pasien mesti datang kembali guna memeriksaan kesehatannya. Hal ini urgen untuk dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa proses aborsi berjalan cocok dengan formalitas dan tidak terdapat situasi yang membahayakan pasien.

Sayangnya, sebab pemakaian obat penggugur kandungan tidak memerlukan tindakan medis laksana operasi, terkadang pemakaiannya disalahgunakan. Pada dasarnya obat-obatan yang dipakai juga adalahobat yang dapat dipasarkan bebas sebab obat-obatan itu mempunyai indikasi lainnya, tidak saja digunakan sebagai obat menggugurkan kandungan.

Bahaya Obat Penggugur Kandungan Tanpa Pengawasan

Jika pemakaian obat penggugur kandungan tidak dilaksanakan sesuai formalitas dan di bawah pemantauan dokter, pastinya akan paling berbahaya. Di samping terdapat bisa jadi pelanggaran hukum, pemakaian obat ini pun dapat membahayakan nyawa sang ibu.

Berikut ialah beberapa bahaya obat penggugur kandungan yang dipakai tidak cocok prosedur :

1. Pendarahan berat

Pendarahan vagina memang adalahefek umum dari aborsi, tergolong aborsi yang memakai obat aborsi. Jika pendarahan vagina yang terjadi terlampau berat, maka bakal berisiko pada sang ibu, bahkan dapat hingga mengakibatkan kematian andai tidak ditangani dengan tepat.

2. Infeksi

Jika memakai obat penggugur kandungan sendiri tanpa pemantauan dokter, maka terdapat bisa jadi proses pengguguran janin tidak terjadi dengan sempurna. Jika urusan ini terjadi, maka bakal berpotensi mengakibatkan infeksi yang berbahaya untuk ibu.

Gejala adanya infeksi dapat meliputi sakit kepala, pusing, nyeri otot, demam, dan rasa tidak enak badan. Segera konsultasikan dengan dokter andai mengalami fenomena tersebut.

3. Bayi tumbuh tetapi tidak sempurna

Tingkat keberhasilan obat penggugur kandungan memang tinggi, namun tidak sedikit faktor yang berpengaruh supaya obat ini bisa berhasil. Salah satu risiko yang mugkin terjadi andai obat aborsi gagal ialah janin dalam kandungan tetap tumbuh, tetapi berpotensi merasakan cacat lahir.

4. Kematian

Bahaya sangat fatal dari penyelahgunaan obat penggugur kandungan ialah kematian. Jika terjadi pendarahan parah, infeksi, maupun komplikasi lainnya, seseorang pun dapat kehilangan nyawa sesudah menjalani formalitas aborsi. Maka dari itu, pemantauan dokter sangat diperlukan selama menjalani formalitas ini.

Di samping bahaya di atas, masih ada risiko beda dari aborsi laksana kesurakan rahim sampai kanker. Risiko tentunya pun akan semakin tinggi andai usia kehamilan semakin tua. Jadi, tidak boleh pernah mengerjakan aborsi andai tindakan ini tidak mengisi syarat dan malah akan berbahaya untuk nyawa Anda.